2 Betina Liar Party Seks Dientot Terus Mekinya Ramai2 Oleh ‘Tongkat’ Pejantan2.Pagi Itu Vera terbangun, ia segera beranjak dari tempat tidurnya. Tampak dimatanya Natasya sudah berdiri tanpa busana, sepertinya ia baru saja selesai mandi, karena itu Vera memilih segera pergi mandi saja. Setelah mandi, Vera melihat Natasya sudah tidak ada dikamar itu. Janda muda itu segera bersiap dan memakai pakaian, lalu turun kebawah dan menuju ruang makan. Setiba disana, Vera kaget sekali, tampak Natasya sedang makan, tapi hanya menggunakan dalam saja. Vera melihat ternyata pak Arif sedang ada dibawah meja, dan sedang menyedot puting Natasya, ternyata pemilik kost itu sedang menikmati air susu Natasya. “mm.. selamat pagi…”, “Pagi Ver, sini, sarapan dulu..”, “iya Nat, Pak Arif lagi… minum susu ya?”, “mmm…slruup…mmm… eh Vera, Iya, pagi hari minum susu segar kan baik, hehe”, “Ooh, gitu pak, silahkan dilanjutkan” Vera lalu mendekati meja itu, dan mulai ikut makan. Vera sempat bingung, Natasya begitu tenangnya saat buah dadanya diremas dan putingnya dikenyot oleh pak Arif.

Vera sadar dirinya pasti mendesah saat buah dadanya diremas dan disedot air susunya oleh laki-laki. “Ver, kok ngelamun, gih cepet makan”, “iya Nat, wah, kamu memang terlatih”, “terlatih gimana?”, “Lagi menyusui pak Arif pun kamu tenang tenang saja”, “Hehe, kan udah biasa”, Vera sadar, ternyata yang diberitahukan Natasya kemarin malam adalah soal ini. “mm…slruup…slruup.. Iya Vera, Nat sudah ahlinya kalau begini..slruup..mmm” Pak Arif masih bisa menjawab sambil bergantian menyedot puting kanan dan kiri milik Natasya demi menikmati air susunya. Setelah makan Vera dan Natasya pergi kekamar lagi, tampak Natasya mulai mengenakan pakaian.

“Nat, tiap hari emang kamu nyusuin pak Arif ya?”, “Iya, sebagai ganti bayar kost”, “waah, enak dong”, “Iya, aku kerjanya juga sama pak Arif”, “Kerja apa kamu?”, “Udah, nanti kamu juga pasti tau…”, “wah, jadi penasaran”, “Haha, Ver, ikut aku yuk”, “Kemana? aku mau cari kerja”, “udaah, kamu kerja sama pak Arif aja deh”, “sebenarnya kerjanya ngapain sih?”, “Udah sekarang temenin aku”. Natasya lalu mengajak Vera keluar, dengan motor mereka berkendara menuju suatu tempat.
Beberapa menit kemudian Natasya dan Vera berhenti disebuah toko. Segera mereka masuk, dan Vera mengikuti Natasya. “Mau beli apa Nat?”, “Beli ini nih” Natasya menunjuk kearah rak yang penuh berisi kondom. “Kondom buat apa Nat?”, “Ada deh, Kamu mau juga gak?”, “gak usah deh, minta kamu aja kalau butuh, hehe ” Segera mereka membeli beberapa bungkus kondom. Lalu Vera dan Natasya segera kembali kekost.

Setiba dikost, Vera segera bertanya kepada Natasya, “Nat, kamu sebenarnya kerja apa?”, “Aku kerja disini, nanti ada yang datang, nanti mereka minum susuku, kalau mau lebih bisa ngeseks sekalian”, Vera tidak kaget, memang tampak Natasya begitu ahli dalam hal dunia seks. “Oooh, biasanya siapa Nat?”, “banyak, yang sering anak smp malah”, “wah, lucu gitu dong mereka minum susu kamu”, “Iya, kadang mereka juga gak tau caranya, kayak yang baru pertama coba”, “emang ada yang lebih hebat juga ya Nat?”, “Ada, kadang kalau om om bisa sampe lemes aku diperkosa”, “wah wah, memang kamu ini”, “haha, kalau kamu ver? sering ngeseks gak?”, “Dulu sama suamiku tiap hari, setelah melahirkan udah gak, tapi sebelum kekost ini aku ngeseks sama tetanggaku”, “brarti kamu udah biasa kan? udah ikut kerja sini aja…”, “Nanti deh, aku liat kamu kerja dulu..”, “ooh, boleh2, nanti siang juga datang tuh” Nat dan Vera melanjutkan berbincang bincang, lalu beristirahat.

Siang, itu terdengar suara orang dibawah, “Tuh udah dateng” Natasya segera merapikan kasurnya, lalu melepas pakaiannya, kini janda muda itu hanya memakai bh dan celana dalam. Terdengar suara didepan pintu, “permisi, mbak Nat ada?”, “Ada, masuk ajaa” Pintu dibuka, dan tampak dua anak smp masuk, mereka memakai kaos dan celana pendek saja. “Misi Tante Nat, ini saya Jefri dan ini teman saya Darman”, “Hai kalian, udah booking ke pak Arif kan?” Tampak dua anak smp itu terdiam, mereka masih melongo melihat tubuh mulus Natasya yang hanya dibalut bh dan celana dalam. Natasya lalu tersenyum sambil menggerakkan buah dadanya.

“Eh, itu tante, sudah kok hehe”, “Ya udah, mau minum susu kan?”, “I..iya tante…”, “Aduh gak usah malu malu, sini sini..” Natasya melepas bhnya, buah dadanya menjuntai bergelantungan, Jefri dan Darman masih melongo. Natasya lalu merebahkan tubuhnya dikasur, dan melirik kedua anak smp itu. “Ayo, mau minum nggak?”, “i..iya tante”, “Jefri yang kiri, Darman yang kanan, oke?” Natasya mengedipkan matanya pada mereka berdua. “oke tante, tapi tante yang disana apa gak keganggu?”, Vera lalu tersenyum dan menjawab ” udah, tenang saja, aku cuman penonton”, “Oh, iya sudah”. Segera Jefri pergi kesisi kiri dan Darman kesisi kanan kasur, segera masing masin meraih buah dada montok Natasya.

“Bisa gak nyedotnya?”, “Bisa bisa, gini kan tante? mmm” Jefri melahap puting kiri Natasya, “iya, ih geli deh, yang mantep nyedotnya dong” tangan jefri lalu memegang buah dada kiri Natasya, dan mulai meremasnya, sambil terus berusaha mengeluarkan air susu dari puting kiri Natasya. “Maaf tante, Darman bingung”, “sini sini, kamu naik keatas aja”, Darman menurut, ia naik keatas tubuh mulus Natasya. anak smp itu merasakan tubuh janda muda itu sangat mulus dan mempesona.

“maaf tante, sekarang darman harus…”, Natasya meraih tangan darman, dan menempelkannya ke buah dada kanannya, “Nih, gini yaa, sekarang kamu elus elus, terus diremas juga yaa”, “I..iya tante” Darman mulai mengelus buah dada kanan Natasya, setelah itu ia remas perlahan, sambil merasakan begitu kenyal dan lembutnya benda bundar itu. Vera hanya tersenyum saat melihat dua anak smp itu berusaha mengeluarkan air susu dari buah dada Natasya.

“tante, susunya udah keluar… mmm…slruup…slruup”, “Gitu dong Jefri, kamu emang pinter deh” tampak jefri sudah berhasil duluan, kini anak smp itu sedang menikmati air susu langsung dari buah dada kenyal milik Natasya. natasya melihat darman, lalu tangan mulusnya melesat kecelana pendek anak itu, dan meraih burung mungilnya. “Aduh darman, masak kalah sama Jefri, sini tante bantu..” Darman tampak keenakan, anak smp itu mendongak keatas, setelah itu ia langsung melahap puting kanan Natasya. Beberapa menit kemudian, Darman berhasil, “Keluar juga ini susunya tante…mmm…slruup…slruup..slruup”, “Ciip, gitu dong…” Natasya mengelus rambut kedua anak smp itu.

Jefri dan Darman seperti bayi yang sibuk menikmati air susu perempuan, namun tampak burung mungil mereka sudah tegak. Natasya meraih celana Jefri, dan menangkap penis mungil tegak itu. “Sini Jefri, aku tambah yang nikmat, hehe, Darman gesek aja burung kamu diperut aku, enak loh”. Tampak Jefri begitu tenang menikmati air susu Natasya, sambil penisnya dielus elus, sedang Darman sibuk menggerakkan bokongnya, sehingga penis dalam celana pendek itu merasakan nikmatnya gesekan di perut mulus Natasya.

“mmmf…hebat…oooh….sssh….mm…..uuuh” Desahan Natasya membuat kedua anak smp itu makin girang, dan”Makasih tante, susunya enak banget”, “Iya tante, kocokannya tadi bikin aku geli mbak”, “hehe, Mkasih juga Jefri dan Darman, nanti main lagi ya, ajak yang lain deh”, “Iya tante, dadah..” Dua anak smp itu kemudian meninggalkan kamar kost itu. “Lucu ya Nat kalau anak smp, masih lugu”, “haha, iya, kalau cuma menyusui mah aku biasa banget”, “Kalau tambah ngeseks emang bayar lebih?”, “Iya, tadi aja mungkin hasil tabungan mereka sebulan buat minum susuku, haha”, “Emang yang sering minum susumu anak smp?”, “Iya, dah kayak panti asuhan dah,haha” Vera dan Natasya tertawa kecil. Kini janda janda muda itu makin dekat saja. Vera mulai berfikir untuk bekerja pada pak Arif saja, ia juga ingin membiasakan menyusui, supaya buah dadanya tidak sakit.

Malam itu, Vera memenui pak Arif, dan bertanya mengenai pekerjaan itu. “Pak Arif, saya ingin ikut bekerja disini, seperti Natasya”, “Oh, bagus itu, silahkan saja”, “Memang aturannya seperti apa pak?”, “Jadi nanti kalau ada yang mau booking minum susu atau mau nambah, kamu saya hubungi”, “memang tarifnya berapa pak?”, “Untuk minum susu cukup 200-300 ribu saja, kalau nambah bisa sampai jutaan kalau mau”, “Wah, mantap juga ya pak”, “Iya, tapi kalau Vera mau ikut, saya harus coba dulu”, “mmm, supaya tau selera konsumen gitu ya pak?”, “Iya, plus kalau tiap pagi harus pakai celana dalam saja”, “Oh, begitu pak, siap pak”, “Mari Vera ikut kekamar saya, biar segera saya coba”, “Iya pak” Vera segera mengikuti pak Arif kekamarnya. Lalu segera Vera membuka semua pakaiannya.

Didepan pemilik kost itu kini Vera sudah telanjang bulat, buah dadanya tampak begitu besar, karena memang belum ada yang menikmati air susu Vera hari itu. “Vera tiduran saja ya, biar pak Arif yang urus”, “Iya pak silahkan” Vera segera merebahkan tubuhnya. Pak Arif segera melepas pakaiannya, lalu segera naik keatas tubuh Vera. Buah dada Besar Vera mulai dielus elus. “hmm, lebih mantap punya kamu ya Vera, punya Natasya sudah sedikit kendor”, “Iya pak, kan baru beberapa kali menyusui”, “ooh begitu, bagus bagus” Pak Arif lalu menepuk buah dada Vera, tampak begitu kenyal dan mulus.

 

Lanjut buah dada itu diremas perlahan, dengan begitu nikmatnya buah dada Vera seperti dipijat. Puting merah muda Vera tampak sudah mengeras. Segera puting merah muda itu dilahap oleh mulut pak Arif. Karena memang sudah ahli, tampak pak Arif begitu hebatnya memilin, menjilat dan menyedot puting Vera, segera saja Air susu mengalir. “aaahn, itu pak sudah keluar” Pak Arif langsung menyedot keras puting Vera, Air susu nikmat itu seperti tidak ingin disia siakan. “mmm…slruup…mmm…slruup…mmm”, Vera mulai mendesah, memang karena kehebatan pak Arif dalam menikmati buah dada montok milik Vera.

Tidak hanya meminum susunya, tangan pak arif juga mulai mengelus selangkangan Vera. Bibir vagina janda muda itu terus dielus dengan lembut, kemudian jari tangan pak Arif mulai masuk kedalam lubang itu. “aaahn…mmmf…sssh…uuh…”, “mmm…slruuup ..mmm.. Bedanya kamu cepat terangsangnya ya, mmm… slruup”, “mmf… sssh…iya pak..”, “Itu bagus malahan, biar gak lama lama, mmm…slruup…slruup ” Vera tersenyum mendengar ucapan pak Arif.

Beberapa menit kemudian, pak Arif sudah puas minum susu Vera, ia langsung mencium bibir indah Janda muda itu. Lidahnya langsung bergerak dengan hebat, Vera tampak kuwalahan membalas kehebatan Pak Arif. Buah dada Vera masih diremas terus, air susunya juga menetes membasahi tubuh mulus Vera. Pak Arif merapatkan tubuhnya diatas buah dada Vera, kini pemilik kost itu juga mulai menggesekkan penisnya yang berdiri diatas selangkangan Vera.

“mmm…cup..mm..slruup…mmm”, “mmm…Aaaahn…mmm…uuh..” Setelah puas bercumbu, pak Arif berhenti, lalu berdiri. “Vera, tolong kamu emut penisku ya”, “Begini ya pak? ommf” Vera langsung melahap penis besar pak Arif, mulutnya sudah penuh, namun penis pak Arif belum masuk semuanya. Perlahan Kepala Vera bergerak maju mundur, membuat pak Arif merasakan kenikmatan. “hmmm, bagus bagus, hebat kamu”, “mm..mm… mm..oogfh..mmm…slruup” Pak Arif lalu meraih rambut Vera, dan memegang kepala janda muda itu. Digerakkannya maju mundur, kini Vera jadi lebih cepat mengulum penis pak Arif.

Croot croot, Pak Arif menumpahkan maninya didalam mulut Vera. “Telan semua Vera, biar sehat”, “Uhuk uhuk..mmm..glegk..ooh”,”Gimana Vera?”,”Super sekali pak Arif memang Ahli” “Silahkan kamu tiduran lagi, tapi tolong selangkanganmu dibuka ya” Vera yang sudah terangsang berat itu segera membuka selangkangannya, kini terlihat jelas lubang Vaginanya menganga lebar minta diisi. Pak Arif segera mendekat dan menempelkan penisnya dibibir Vagina Vera. Perlahan penis besar itu masuk, dan sleeb, dengan mudah penis itu tenggelam dalam lubang kenikmatan.

“Aaaaahn! uuh…sssh..”, “Sudah longgar ya ver? dulu sering dipakai brarti”, “mmmf…sss..iya pak, suami saya dulu tiap hari… Aaaaahn!” Pak Arif langung bergerak maju mundur menabrak dinding Vagina Vera dengan penis besarnya. segera saja karena hentakan hebat itu, tubuh Vera bergoyang, juga buah dada montok itu. Pak Arif meraih kedua buah dada itu, dan menarik puting keras Vera. Kini seiring sodokan maut pak Arif di memek Vera, Air susu muncrat membasahi tubuh Vera karena puting yang dipencet itu. “Ooooh!…sssh…aaahn… pak Arif…uuuh…mmmf… aaahn!” Vera mendesah hebat, karena pak Arif sudah dengan cepat menyodok vagina longgarnya itu. Suara tabrakan tubuh pak Arif dan Vera sampai terdengar dikamar kost, dimana Natasya tersenyum mengetahui apa yang sedang terjadi.

Lubang vagina Vera yang becek itu membuat penis besar pak Arif bergerak lincah. Vera terus mendesah sambil merem melek merasakan kenikmatan luar biasa. “Pak Arif…sssh…oooh…luar biasa…aaahn!” Beberapa menit itu tak bisa berhenti Vera mendesah, kualahan dengan kehebatan pak Arif. Suasana kamar begitu panas, membuat aksi pak Arif benar benar mencengangkan.

“Sudah, Vera, buka mulut kamu” Vera membuka mulutnya, pak Arif mencabut penisnya, lalu mengarahkan benda tegak itu kewajah Vera. Croot crooot croot, Sperma muncrat kewajah dan mulut Vera. “Hehe, Hebat kamu Vera, kamu sudah pantas bekerja dengan kami”, Vera tak mampu menjawab, tubuhnya bergetar karena kehebatan pak Arif tadi. “Pak Ariif, Natasya mau juga dooong”, “Sini cantik, Kita rayakan bersama penerimaan Vera bekerja disini” Natasya ternyata sudah datang kekamar itu dengan telanjang, sambil meremas buah dadanya. Segera ia disambut pak Arif, diciumnya Natasya itu, sambil ikut meremas buah dada si janda muda itu. Natasya dan Pak Arif mulai asyik sendiri, meninggalkan Vera yang sedang kelelahan
Beberapa menit itu Vera masih kelelahan tanpa memperhatikan sekitar, saat ia sudah merasa baikan, ia melihat pak Arif sudah mengisi vagina Natasya dengan penis tegak nan besarnya itu.

“Aaahn, mmmf, ooooh”, “Ver, mau gabung? Mmm” Vera kemudian mendekati mereka berdua. Natasya yang merebahkan tubuhnya sambil terus digesek memeknya oleh pak Arif itu tampak begitu menikmati. Vera kemudian mencium Natasya, sambil memegang buah dada teman kostnya itu, agar tidak bergoyang tanpa arah. Vera melihat air susu sudah membasahi buah dada Natasya, janda muda itu lalu membantu Natasya dengan menjilati buah dada basahnya itu, membuat adegan dikamar itu makin asyik dan menggairahkan. “mmm… Asyik ya kalau bertiga..”, “Oooh, mmmf, iya Ver, eh, sini dong, aku jilat memek mu…mmmf” Vera lalu mengambil posisi, ia meletakkan tubuh bagian bawahnya diatas Natasya, lalu vagina basah milik Vera yang menempel dimulut Natasya itu segera dijilat dan disedot dengan Hebat.

“Aaahn, oooh, mmmf, uuuh”, “Seru sekali, kalian hebat ya, Vera sini aku cium…mmm” Vera yang memeknya sedang dijilat dan dihisap itu menambah kenikmatan yang ia rasakan dengan berciuman dengan pak Arif. Kini ketiga orang dalam rumah itu sedang asyik bersetubuh bersama. Vagina Natasya disodok penis besar pak Arif, memek basah milik Vera dijilat dan dihisap oleh Natasya, dan natasya bercumbu dengan Pak Arif. Beberapa menit itu mereka bertiga benar benar menikmati persetubuhan luar biasa itu.

“mmmf… Ver, Nat, aku udah klimaks, buka mulut kalian” Vera dan Natasya kemudian duduk sambil membuka mulut mereka yang mulai berdekatan, Penis besar pak Arif itu didekatkan kemulut mereka, lalu Crooot crooot crooot, Sperma menyembur kemulut kedua janda muda itu. “Aahmm…mmm…gleegk…mm.. enak nya pak”, “mm…gleek, huuft, serunya tadi”, “Kalian memang luar biasa, hahaha” Vera dan Nat kemudian dipeluk oleh pak Arif, pria itu benar benar bangga memiliki karyawan seks secantik dan sehebat mereka.

Setelah itu Vera dan Nat kembali kekamar, lalu mandi, Setelah Mandi dan memakai piyama, Vera bertanya pada Natasya, “Nat, aku tidur sebelahmu yaa”, “Iyaa, sini sini” Vera langsung tidur disebelah Natasnya, janda muda itu berpelukan. Mereka sudah siap mengikuti pekerjaan yang menguras tenaga, namun nikmat sekali itu.

=====================================================

Esok paginya, Seperti biasa Vera dan Natasya segera mandi, lalu turun untuk sarapan, hanya memakai celana dalam saja. Vera dan Natasya segera duduk dan mengambil sarapan, “Pagi janda jandaku”, “Pagi pak”, Pak Arif langsung turun kebawah meja, dan melesat meraih buah dada Natasya, segera dielus dan diremas buah dada montok nan besar itu. “Nat, makan yang banyak ya”, “Iya Pak, tenang ajaa”, “Vera jugaa”, “Iya pak, siap” Saat Vera dan Natasya sedang makan. Pak Arif sudah asyik menikmati buah dada montok milik Natasya, juga air susunya. Setelah puas, pak Arif berpindah menikmati buah dada pendatang baru, si Vera yang cantik itu.”Sluurp…slruup…memang sedap susu kalian berdua..slruup”, Natasya dan Vera sudah selesai makan, namun mereka harus menunggu pak Arif itu selesai meminum air susu mereka. Kemudian tampak pak Arif sudah selesai. “Sudah, hari ini tidak ada yang menghubungi saya, kalian cari orang sendiri ya”, “Yaah, ya udah pak” Natasya dan Vera segera kekamarnya, lalu mulai memakai pakaian.

“Kalau gak ada booking, kemana kita Nat?”, Vera melihat Natasya mengambil telepon, tampak ia sedang menelepon seseorang. “Halo Jefri…Iya ini Tante Nat, kamu ini dimana?…Oh,Kalau tante samperin boleh?… hehe, tuh tau, mau kan?…Siip, tunggu disana yaa…” Natasya lalu menutup telepon itu. “Siapa Nat?”, “Itu, si Jefri, anak smp yang kemarin itu…”, “Oh, kamu telepon dia ya?”, “Iya, daripada nganggur ayo nyamperin dia aja Ver, mumpung ada temen temennya juga”, “Wah, boleh tuh Nat”. Vera dan Natasya lalu mencari pakaian yang pas untuk hari minggu itu.

Setelah merias diri, mereka mulai bersiap, “Ver, gak usah pake bh, nanti biar gampang”, “ooh, oke deh” Segera Vera memakai tanktop dan celana jeans pendek, sedang Natasya memakai Dressnya yang menggoda. Kedua janda muda itu tidak memakai bh. Siang itu mereka naik motor keluar tempat kostnya. Siang itu panas terik, Natasya dan Vera berkendara dengan santai. Setelah beberapa menit perjalanan, mereka bertemu dengan Jefri, Natasya segera menghentikan motor itu. “Jefriii!”, “Halo tante Natasyaa” Jefri mendekat dan memeluk Natasya, sambil sesekali mengelus buah dada montok itu.

“iih, nanti dulu dong, temenmu dimana?”, “Hehe, Itu digang sebelah mereka tantee”, “aku ajakin tante Vera gabung boleh yaa”, “Asyiik, boleh boleh”, “Ya udah sini kamu naik” Jefri lalu naik motor itu, ia duduk diantara Natasya dan Vera. Dalam perjalanan, Jefri memeluk juga memegangi buah dada Natasya, sambil merasakan punggungnya dielus buah dada montok Vera. “Jefrii, jangan gerak gerak ah”, “Habis enak nih, buah dadanya tante kenyal dan asyik dimainin”, Janda janda muda itu tersenyum mendengar ucapan Jefri. Beberapa menit kemudian, mereka sampai ditempat teman Jefri.

“Hai teman temaan, liat nih aku sama siapa” Natasya dan Vera melihat disana ada 3 anak seumuran dengan Jefri. “Haloo, lagi main yach?” Natasya mencoba merayu, “Jef, siapa nih?”, “Kenalin itu tante Natasya, terus yang sana tante Vera”, “Hai, salam kenal”, “Hehe, Jefri, samperin tuh temen kamu” Jefri lalu mendekati temannya, dan mulai bercakap cakap. Natasya lalu melihat Vera, dan mengajaknya mendekati anak anak smp itu. Segera mereka pun bertemu. “Tante, kenalin, ini Rokib, ini Gibran, dan ini Elo”, “Hello salam kenaal” Natasya mencium setiap anak tesebut, sontak mereka kaget. Jefri tampak sudah ingin menikmati buah dada Natasya, anak itu mendekat dan memegang buah dada Natasya.

“Tante, ayo deh dimulai…”, “Eh, Jefrii, nakal deh”, “Hehe, aku bawa hape ini tante, buat bayar bisa kan?”, “Aduh, jangan, nanti kamu pakai hp apa?”, “hmmm, pokoknya aku mau minum cucuu” Sontak teman teman Jefri kaget lagi, mereka hanya melongo melihat jefri dan Natasya, Vera hanya bisa tersenyum melihat kelucuan itu. “Ya udaah, tapi kalau hp ini… temen kamu bisa ikut semua loh…”, “Yang bener tante, yeeey, eh tong, mau ikut gak?” Jefri melihat kearah teman temannya itu.Mereka tampak malu malu, sambil terus melihat tubuh Natasya dan Vera. “Ayo, gak usah malu, si Jefri lagi baik tuh, bagi bagi rezeki dia..” Ucap Vera merayu mereka. “Beneran nih tante?”, “Iya, nih jefri udah ngebet aja” Tampak Jefri sudah memasukkan tangannya kedalam kaos Natasya, tampaknya itu membuat temannya mulai ingin mencoba.

“Jefri, Dideket sini ada tempat kosong gak?”, “Ada tante, itu disebelah”, “Oke, ayo ayo yang mau minum susunya tante, silahkan ikuut” Natasya, Jefri dan Vera berjalan menuju tempat kosong dibelakang suatu rumah. Tampak teman teman Jefri mengikutinya. Sesampai ditempat itu, terlihat seperti teras kosong yang lama tak digunakan, dengan beberapa tempat duduk. Segera Natasya duduk, lalu tanpa malu mengeluarkan buah dadanya dari bajunya, buah nikmat nan indah itu dipamerkan pada anak anak smp. “Jefrii sayaang, ayo sini sini” Jefri yang sudah tersenyum sedari tadi itu langsung mendekat dan melumat puting kiri milik Natasya, tangan anak smp itu kembali meremas buah kenyal favoritnya itu, tampak jefri menikmati sekali.

Rokib mendekati Jefri dan Natasya, “Rokib mau juga?”, “mmm…i…iya tante”, “Hehe, sini sini, yang kanan ini”, “Tapi aku gak tau caranya nih tante”, “liat nih si jefri, udah pinter, kamu tiruin dia aja”, “Gitu ya?” Rokib malu malu memegang buah dada kanan Natasya, tampak anak itu merasakan kenyal dan mulusnya buah dada janda muda itu. “kib, jangan dielus elus aja, nanti gak keluar keluar susunya”, Rokib lalu melihat ke Jefri, tampak temannya itu sedang asyik menjilat dan menghisap puting kiri Natasya, Rokib pun menirukannya, perlahan mulutnya mendekat, dan menempel diputing kanan Natasya. “Wangi ya buah dadanya tante”, “Iya dong, coba jilat deh puting aku” Rokib pun menjilat puting Natasya, anak smp itu merasa geli, namun ia meneruskan kegiatan nikmat itu. “Tante, keluar nih susunya, mmm..slruup” Jefri sudah menikmati air susu Natasya, ia tampak begitu gembira, buah dada janda muda itu ditarik, dan putingnya disedot terus, tetes demi tetes air susu semakin cepat mengalir kemulut Jefri. Rokib tak mau kalah, ia mulai memberanikan diri, ia mulai menggigit kecil puting Natasya, serta meremas buah dada montok itu.

Natasya tampak tersenyum, juga menahan kenikmatan yang ia rasakan. Beberapa saat kemudian Rokib merasakan cairan manis masuk kemulutnya, dan itu adalah air susu Natasya. “Wah, sudah keluar, mmm… slruup…slruup”, “Duh, kalian pinter pinter deh, hehe”.
Vera masih tersenyum melihat Natasya sedang menyusui dua anak smp. Ia melihat Gibran dan Elo melongo, sambil memegangi celananya, sepertinya mereka berdua sudah tegak penisnya. “Aduh, aduh, kasian, mau minum juga ya kalian?”, “Eh, tante Vera, itu… anu… iya sih…”, “Iya tante, aku udah pengen, haus jadinya liat Jefri sama Rokib”, “Hehe, ya udah, sini sini” Vera yang sudah duduk itu segera membuka tanktopnya, lalu Gibran dan Elo mulai mendekat. Dua anak smp itu terus melihat kedua buah dada montok Vera yang bundar nan mulus itu

. “Loh? kok diliat aja? mau minum susu gak?”, “Iya tante, maaf, kami kan belum pernah”, Gibran mendekat, lalu meyentuh buah dada kiri Vera, anak smp itu tampak shock, ia tak pernah merasakan menyentuh buah dada kencang nan montok seperti milik Vera, ia melongo lagi. “Gibran kok diem lagi? Elo sini, gak usah takut sama tante” Elo pun mendekat, dan perlahan memegang buah dada kanan Vera. Kedua anak smp itu lalu saling pandang dan tersenyum, lalu melihat kearah Jefri dan Rokib, kemudian mereka memandang wajah cantik Vera.

“mm..tante, beneran gak papa kan?”, “Iyaa, ayo cepet deh, keburu dingin, haha”, “Hehe, makasih tante, mmm” Gibran dan Elo segera menempelkan mulutnya diatas buah dada Vera, mereka berdua memutar mutar mulutnya, sambil menjilati seluruh buah dada montok itu. Vera merasa geli, ia tertawa melihat ulah kedua anak smp itu, “hahaha, ih dijilat jilat terus, kalian fikir permen ya? haha”, “Maklum dong tante, mmm…. kan kami belum pernah secara langsung mencicipi buah dada”, “Ya mumpung sekarang bisa, dimaksimalin dong” Mendengar ucapan Vera kedua anak smp itu langsung menjilat dan menyedot puting merah muda Vera, tangan mereka yang sudah menempel itu mulai bergerak dan meremas buah dada montok nan kenyal itu. Beberapa menit itu Vera mengelus kepala kedua anak smp yang sedang asyik menikmati buah dadanya, sambil melihat Natasya sudah disedot terus air susunya oleh Jefri dan Rokib.

“Tante, ini air susu kan? mmm…slruuup… manis”, “Iya, slruup…mmm…enak” Vera kagum, Gibran dan Elo sudah mampu membuat putingnya mengeluarkan air susu. “Iya, enak kan? gih diminum, pasti kalian suka” Gibran dan Elo segera dengan senangnya menyedot kembali puting merah muda Vera, teguk demi teguk anak anak smp itu menikmati air susu asli milik Vera. Ditempat kosong itu kini Vera dan Natasya layaknya ibu yang sedang menyusui anaknya, namun yang meminum air susunya itu kini tampak sudah tegak kemaluannya.

“mmm…slruuup…slruup…sedaap” Jefri tampak benar benar puas meminum air susu Natasya. “Jefri, kamu suka banget ya sama susuku?”, “mm…slruup…iya tante…mmm… buah dada tante Natasya juga favoritku, slruup…slruup”, “Hehe, kamu ini…mm..cup” Natasya mencium Jefri. Rokib masih dengan santai menikmati air susu Natasya, “slruup…mmm…slruup…aah”, “Rokib, gimana susunya tante?”, “Seger tante, mm…slruuup, jefri gak ajak ajak kalau mau nyusu sih, Rokib jadi gak tau…slruup…mmm” Natasya tersenyum. “Jefri, Hp kamu belinya berapa dulu?”, “Kata mamaku sih 2 juta an, mmm…slruup”, “Wow, asiiik”, ” Bisa nambah lagi kan minum susunya ya tante?”, “Iyaa, sepuas kamu deh”, “mmm…slruuup…kalau… coba yang lain boleh gak tante?” Natasya tertawa, akhirnya Jefri berani mengambil kesempatan.

“Hehe, boleh deh, mau apa sih jefri?”, “mmm…slruup…aaah… anu tante, aku mau liat…memeknya tante Natasya”, Natasya menghentikan Jefri dan Rokib yang sedang menikmati buah dadanya. Lalu tanpa melihat buah dadanya bergoyang dan meneteskan air susu, Natasya memelepas semua pakaiannya, kini janda muda itu sudah benar benar bugil didepan jefri dan Rokib. tampak dua anak smp itu melotot melihat tubuh mulus nan menggairahkan milik Natasya ,juga selangkangan Natasya yang begitu indah tanpa bulu itu.

“Wow, indah sekali tante Natasya”, “Iya jef, punya tante bersih, gak kayak yang di film film itu”, “Iya dong, kan tante rawat tiap hari” Natasya lalu membuka selangkangannya lebar lebar, tampak sekali lubang vaginanya sudah terbuka, dan sudah basah. “wow tante, memeknya udah basah…”, “Iya lah, kan kamu udah dari tadi remas dan sedot sedot buah dadaku, tuh sampe netes airnya”, “Oh, gitu ya? aku juga basah nih tante” Jefri langsung membuka celananya, penisnya sudah tegak dan berlumuran cairan bening. “Hehe, sini jefri, mau tante emutin gak?”, “Waaah! mau banget tante”, “Pake ini dulu ya, eh kalian pakai juga nih” Natasya memberikan kondom kepada anak anak smp itu. Jefri segera memakai kondom itu dipenisnya, “Udah ini tante, kok pake ini?”, “uuu pinternya, ya biar enak rasanya, rasa stroberi nih, sini penismu…ommf” Penis tegak milik Jefri itu sudah habis masuk dalam mulut Natasya, Jefri mendongak keatas merasakan kenikmatan luar biasa. Lidah janda muda itu bergerak dengan cepat mengulum penis Jefri, memang kondom yang dipasang dipenis remaja itu mengandung rasa stroberi.

“oooh! enak banget tanteee”, “mmm…hehe..mmm” Kepala Natasya bergerak naik turun dengan cepat. Kepala Natasya berada dibawah, bokongnya masih tegak, buah dadanya bergelantungan. “Tante, boleh tanya?”, “mmm.. iya rokib”, “Boleh lihat memeknya tante gak?”, “mmm…slruup…aah…liat aja, dipegang juga boleh”, “Asiik” Rokib melesat kebelakang, lalu segera matanya melotot melihat lubang vagina milik Natasya itu sudah terbuka, dan meneteskan cairan berlendir. Rokib melihat Jefri masih sibuk merasakan kenikmatan dari kuluman hebat Natasya di penis anak itu, Sontan ia tanpa ragu menyentuh bibir vagina, jarinya pelan pelan meraba dan mengelus bagian luar vagina Natasya. “mmm…mmm…aaahnn…slruup” Natasya mulai mendesah karena ulah kedua bocah smp itu.Rokib makin terangsang melihat memek longgar tante cantik itu, tangannya mulai masuk, dia merasakan lubang itu begitu hangat dan berlendir.

“Oooh, mmmf…mmm..slruup… Rokib, jilatin memek tante dong…mmm”, “Siap tante, hehe…mmm” Rokib langsung menempelkan mulutnya dibibir vagina Natasya. Anak smp itu mencium bau semerbak di bagian ternikmat itu, lidahnya lalu masuk kedalam lubang itu. Rokib merasakan cairan berlendir itu begitu aneh, namun sangat nikmat untuk dirasakan.

“mmm…slruuup…mmm tante, mmm… sama susunya tante cairan ini rasanya beda.. slruup” Natasya sempat berhenti mengulum penis Jefri, karena merasakan kegelian yang luar biasa saat Rokib mengobok obok memeknya. “Tante, lanjut dong”, “aaaahn, aduh, tante jadi lemes, oooh”, Jefri meraih kepala Natasya, lalu menggerakkannya maju mundur dengant tangannya. Natasya kini hanya bisa merasakan tubuhnya terus bergerak, saat Jefri dan Rokib sibuk mengoral dua lubang di tubuhnya itu, Sungguh kedua anak smp itu sangat menikmati adegan hebat itu.

“mmm…srluuup…slruup…mmm… tante, buka celana juga dong”, “slruuup…slruup…aaah, iya tante, itu tante Natasya udah asik mainnya”, “Oke deh, bentar” Vera lalu melepas celana jeans pendeknya, kini ia telah telanjang bulat. Gibran dan Elo langsung terpesona dengan keindahan tubuh Vera yang sangat menggairahkan. “Tante kok cantik banget sih, aduuh”, Gibran langsung memeluk Vera, “Hehe, iya dong”, “Tante Vera tiduran aja ya, aku mau mainin tubuh indahnya tante”, “Aku juga tante”, “Hehe, ya udaah” Vera lalu merebahkan tubuhnya, serta membuka kedua kakinya. Sontak Gibran dan Elo merinding, dua anak smp itu merasakan penisnya sudah tidak tahan melihat perempuan secantik Vera.

Gibran langsung melompat dan naik keatas perut Vera, “Aduh tante, gemes deh sama tubuh tante, iih” Gibran memegang kedua buah dada Vera, lalu diremas remasnya dengan kuat. “aaaahn, Gibran, pelan pelan aja”, “Tante, lubangnya kok terbuka?”, “Iya, habis kalian remas dan sedot buah dadaku, Aaaahn” Gibran masih dengan senang meremas dan menarik kedua buah dada Vera itu keatas, puting janda muda itu mengeluarkan cairan susu, buah dadanya itu jadi basah. “Tante, kalau aku taruh burungku kesini pasti enak” Gibran dengan cepat melepas celananya, lalu menempelkan penisnya yang tegak diantara dua buah dada montok milik Vera.

“wah Gibran idenya hebat, coba deh, Aaahn” Gibran meremas buah dada itu lagi, lalu menggencet penisnya dengan kedua benda kenyal itu. Elo sudah menempelkan kepalanya diatas memek basah Vera, ia sibuk mencium dan menjilat bibir vagina janda muda itu. “mmm…haruum, aku mau jilat ya tante…mmm” Elo segera menjulurkan lidahnya, lalu menjilati lubang vagina Vera. “Aaahn, kalian, uuuhf, oooh…Aaahhn!” Vera terus mendesah hebat, saat Gibran masih terus menggesek belahan dadanya dan meremas buah dada janda muda itu, juga Elo dengan girangnya menjilat dan menghisap memek basahnya.

“Tante, aku masukin kedalem ya penisku” Rokib yang sudah memasangkan kondom dipenisnya itu dengan berani melesatkan kejantanannya kedalam lubang vagina Natasya, sontak Natasya meronta. “Aaaaahn! oooh, mmmf…sssh… mmm” Natasya masih terus mengulum penis Jefri. Rokib kini mendongak keatas, saat ia merasakan penisnya begitu nikmat berdenyut dan merasakan vagina nikmat itu. “oooh, luar biasa nikmat tante, enak banget” Rokib mulai bergerak maju mundur, ia makin senang karena kenikmatan yang ia rasakan juga semakin bertambah. “Eh, Rokib, ganti sini lu, memeknya tante Natasya itu milikku”, “hehe, iya deh Jef” Jefri dan Rokib lalu bertukar posisi. Kini Jefri menikmati vagina basah Natasya, dan Natasya mengulum penis Rokib.

Natasya meraskan Jefri lebih bersemangat, karena memeknya itu disodok dengan begitu cepat. “mmm… slruup.. mmm… oooh… Jefri…Aaaahn…mmmf”, “Hebatkan Jefri? Tante pasti puas, hehe” Jefri kemudian merangkul dengan erat pinggul Natasya, anak smp itu kini merapat ditubuh bagian bawah Natasya. Terlihat saja kini Penis dan bokong Jefri itu terus bergerak, maju mundur dengan cepat menusuk memek tante favoritnya itu, Jefri juga mengelus perut Natasya itu. “Aaaahn, Jefri…ooooh…mmm…mmm…slruup” Rokib yang mengisi mulut Natasya itu tak mau kalah, ia ikut mendorong penisnya maju mundur. Rokib juga Memegang kedua buah dada Natasya itu. Kini Natasya sudah tak bisa menghentikan dua anak smp itu menusuk kedua lubang kenikmatannya itu.

“Aaaahn, Gibran,sssh, Oooh, Elo…kamu…Aaaahn!” Vera terus mendesah saat Gibran terus meremas buah dadanya agar memberi kenikmatan lebih pada penisnya, tampak air susu Vera muncrat keatas dan menetes kesegala arah, “hehe, asik tante, oooh, nikmat banget deh, penisku dipijat buah dada kenyalnya tante Vera”, “Tante, Elo masukin ya, udah gak tahan” Elo mengikuti jejak Jefri, kini anak smp itu memasukkan penisnya yang sudah diselubungi kondom itu kedalam lubang vagina Vera.

“Ooooh! aaahhnn! mmmf..ssh…ouuh” Vera meraskan tubuhnya berguncang hebat, saat kedua anak smp itu mengolah tubuhnya. “Oooh! asiikk, penisku dipijat lubangnya tante Vera, uuh!” Elo mulai menggesekkan penisnya dalam lubang vagina Vera. “Aaaahn…oooh… ssshh…uuuh….luar biasa…aaaahn!” Dengan bersamaan Elo dan Gibran menghentak tubuh montok Vera itu, membuatnya merasakan nikmatnya disetubuhi dua anak smp. Agar lebih mudah menikmati vagina janda muda itu, Elo memegang kedua paha Vera dan merapatkannya, Kini ia merangkul erat kedua paha mulus Vera yang tepat dihadapannya, dan tentu ia kini bisa lebih cepat menghantam lubang Vagina basah milik Vera itu dengan penisnya. “Elo…Aaaahn, Hebatnya…oooh”, Vera sempat merasakan cairan mengalir dari ujung penis Gibran yang menggesek terus buah dadanya, ternyata itu cairan bening yang biasa keluar sebelum cairan utamanya, memang hanya Gibran yang tidak memakai kondom. “Mmff, oooh, Sunggu nikmat uuuh”, “Aaaahn, kalian hebat, ooooh, sssh… aaahn!”.

Beberapa menit itu kini Janda janda muda itu tak bisa berhenti menahan penis penis nakal anak anak smp itu terus menggenjot dan menabrak daerah kewanitaanya. Natasya dan Vera terus dihajar habis habisan, sambil terus menteskan air susunya. Desahan janda janda muda itu diiringi suara tabrakan penis penis remaja pada tubuh montok nan mulus mereka.

Kini tampak dua janda muda itu digerayangi dan dinikmati habis habisan oleh 4 anak smp. beberapa menit itu desahan mereka diringi suara air yang keluar dari penis mereka. Crooot crooot, keempat anak smp itu mengeluarkan air maninya. Gibran membasahi buah dada dan wajah Vera. Rokib ,Gibran dan Elo sudah mengisi kondom yang terpasang dipenisnya itu, setelah dilepas, kondom kondom itu diminta oleh Natasya, dan semua sperma didalamnya diminum habis, sungguh Natasya memang luar biasa.

Mereka semua lalu istirahat. Tampak keempat anak smp itu begitu lega sudah menikmati tubuh janda muda. Setelah istirahat mereka mengenakan pakaian lagi, lalu karena sudah hampir malam, mereka segera pulang. “Jefri, Rokib, Gibran dan Elo, tante mau pulang dulu ya”, “Hape kamu tante bawa ya Jefri”, “Iya tante, terima kasih buat hari ini, dadaah!” 4 remaja itu melambaikan tangan. Segera Vera dan Natasya meninggalkan mereka.

“Gila ya Nat, mereka hebat juga”, “haha, tau dah Ver, yang penting tadi seru, kita dapet hp juga, jadi impas kan?”, “Haha, terserah kamu deh” Vera dan Natasya segera kembali kekostnya. “Kalian dari mana aja? kok udah lemes aja”, “Habis digangbang anak smp pak”, “wah wah, dapet apa kalian”, “Ini pak, dapet hp”, “hmm, bagus kalau begitu, kalian istirahat saja”, “Iya pak, terima kasih”. Vera dan Natasya segera mandi bersama sambil merawat tubuhnya, setelah itu mereka berpakaian dan menuju kasur mereka. Mereka segera tertidur pulas meski malam masih baru saja tiba, mereka tertidur dengan senyum lega.  Kisah kehidupan seks mereka masih berlanjut.

Demikian artikel tentang cerita 2 Betina Liar Party Seks Dientot Terus Mekinya Ramai2 Oleh ‘Tongkat’ Pejantan2.
bohay, bokep, cerita 17 tahun, cerita ABG, cerita bokep indo, cerita dewasa, cerita hot, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita porno, cerita seks, cerita seks hot, cerita sex, cerita sex dewasa, foursome, gangbang, horny, istri, Janda, kontol, Kumpulan Cerita Dewasa, Lonte, meki, memek, mesum, ngentot, ngewe, perek, pesta seks, sange, seks, Seksi, selingkuh, salome, threesome, foursome, sex,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *